Angka desil menjadi salah satu penentu apakah kita termasuk orang yang berhak mendapatkan bantuan pemerintah atau tidak. Semakin tinggi desil maka peluang mendapatkan bansos itu pun kecil, bahkan dengan wacana pembatasan penggunaan pertalite untuk desil tertentu membuat para masyarakat dibuat penasaran ingin cek desil mereka.
Dengan menggunakan NIK kita bisa mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga kita. Namun terkadang memang hasilnya tidak sesuai dengan keadaan kita dilapangan.
Sebagai contoh tukang becak yang mendapatkan desil 10 atau terbilang sudah mapan. Dan ada juga lansia yang tidak mendapatkan bansos akibat terindikasi judol, dan setelah di cek ternyata KTP mereka pernah dipinjam.
Desil DTSEN ini ibarat sebuah pintu dari berbagai macam bantuan pemerintah mulai dari KIP, PKH dan subsidi lainnya. Oleh sebab itu, mengetahui desil ini merupakan suatu hal yang perlu kita lakukan. Ini bertujuan agar kita tidak berburuk sangka ketika melihat tetangga atau orang lain mendapatkan bansos namun kita yang merasa secara ekonomi dibawah mereka malah tidak dapat bantuan.

Membedakan Fungsi cekbansos.kemensos.go.id vs dtsen-form.bps.go.id
Sebagian besar masyarakat sebetulnya masih cukup bingung untuk mengetahui desil mereka ini, karena ada yang di kemensos dan adapula dtsen-form.bps.go.id. Memang keduanya bisa kita jadikan rujukan untuk melihat desil kita. Namun memang ada perbedaan, untuk lebih lengkapnya bisa disimak pada tabel berikut.
Tabel Perbedaan Desil Kemensos dan DTSEN BPS
| Aspek | Desil di Cek Bansos Kemensos | Desil di DTSEN BPS |
|---|---|---|
| Platform | Cek Bansos Kemensos | Cek DTSEN BPS |
| Alamat layanan | cekbansos.kemensos.go.id | dtsen-form.bps.go.id |
| Pengelola layanan | Kementerian Sosial | Badan Pusat Statistik |
| Sumber data | DTSEN | DTSEN |
| Fungsi utama | Mengecek data penerima bansos dan posisi desil | Mengecek data DTSEN dan informasi kesejahteraan keluarga |
| Jumlah desil | 10 desil | 10 desil |
| Desil 1 | 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah | 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah |
| Desil 2–4 | Termasuk kelompok 40% terbawah dan menjadi kelompok yang dapat diusulkan untuk PKH dan Sembako sesuai ketentuan program | Menunjukkan posisi keluarga dalam kelompok 20–40% terbawah DTSEN |
| Desil 5 | Dalam informasi Cek Bansos, dapat menjadi kelompok sasaran PBI-JK sesuai ketentuan | Menunjukkan posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan DTSEN |
| Desil 6–10 | Menunjukkan posisi kesejahteraan relatif, tetapi tidak otomatis berarti menerima bansos | Menunjukkan posisi kesejahteraan relatif yang lebih tinggi |
| Penentuan desil | Menggunakan pemeringkatan DTSEN | Menggunakan pemeringkatan DTSEN oleh BPS |
| Dasar penilaian | Berbagai kondisi sosial ekonomi keluarga | Berbagai kondisi sosial ekonomi keluarga |
| Pendapatan | Bukan satu-satunya penentu | Bukan satu-satunya penentu |
| Kondisi rumah | Menjadi salah satu variabel | Menjadi salah satu variabel |
| Pendidikan dan pekerjaan | Menjadi bagian dari data sosial ekonomi | Menjadi bagian dari data sosial ekonomi |
| Kepemilikan aset | Menjadi bagian dari penilaian | Menjadi bagian dari penilaian |
| Perubahan desil | Bisa berubah setelah data diperbarui dan dihitung kembali | Bisa berubah setelah DTSEN dimutakhirkan dan dihitung kembali |
| Apakah otomatis dapat bansos? | Tidak. Desil bukan daftar penerima bansos | Tidak. Desil bukan daftar penerima program |
| Tujuan penggunaan | Salah satunya untuk melihat posisi dan sasaran bansos | Menjadi basis data sosial-ekonomi bersama untuk berbagai program pemerintah |
Intinya sumber yang digunakan oleh kedua platform ini adalah DTSEN, akan tetapi kalau di cek kemensos ini kita tidak spesifik ada pada desil berapa, sebagai contoh kita berada pada desil golongan 6-10.
Kelebihan dari platform kemensos ini kita bisa mengetahui jenis bansos apa saja yang bisa kita dapatkan.
Berbeda dengan BPS yang secara spesifik menyebutkan angka desil kita, misalkan 8 atau 10.
Sebagai salah satu syarat penerima bansos ini adalah memiliki desil rendah, terutama mereka yang memiliki angka desil 1-4.
Di Mana Batas Aman untuk Dapat KIP, PKH, dan PBI?
Pemerintah sendiri telah memprioritaskan untuk penerima bantuan PKH dan program sembako gratis ini untuk mereka yang berada pada desil 1-4. Sedangkan Untuk PBI-JK, Desil 5 juga perlu diperhatikan karena kelompok ini dapat menjadi sasaran sesuai ketentuan program.
Berbeda halnya untuk program KIP/PIP, angka desil tidak bisa dijadikan patokan tunggal karena penerima bantuan pendidikan ditentukan berdasarkan kriteria peserta didik dan ketentuan program.
Seperti yang telah disampaikan oleh Gus Ipul mentri sosial, kalau yang paling diutamakan adalah desil 1, dan setelah itu desil 2, 3 sampai desil 4. Menurutnya ini adalah kelompok rentang yang masih membutuhkan bantuan pemerintah.
Mengapa Memiliki Rumah Bagus Bisa Masuk Desil Rendah?
Rumah bagus ternyata bukan salah satu penilaian agar masuk Desil 7, 8, 9, atau 10. Dalam DTSEN, posisi keluarga tidak ditentukan hanya dari bentuk bangunan, luas rumah, atau barang yang terlihat di dalamnya, melainkan dari 39 variabel sosial ekonomi yang menggambarkan kondisi rumah tangga secara lebih menyeluruh.
Adapun variabel ini meliputi bagaimana kondisi tempat tinggal, aset apa saja yang dimiliki, sumber penghasilan, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, jumlah anggota keluarga, hingga karakteristik sosial ekonomi lainnya.
Karena penilaiannya melihat banyak sisi sekaligus, rumah yang terlihat bagus bisa saja dihuni keluarga dengan penghasilan tidak tetap, banyak tanggungan, atau kondisi ekonomi yang sedang menurun sehingga posisi desilnya tetap rendah.
Cara Cek Desil DTSEN di dtsen-form.bps.go.id
Untuk mengetahui posisi desil kesejahteraan kita, maka kita bisa gunakan komputer maupun lewat HP. Caranya pun cukup mudah karena tidak perlu daftar akun atau install aplikasi terlebih dahulu. Berikut ini langkah-langkahnya:

- Kunjungi situs resmi cek desil dtsen-form.bps.go.id
- Setelah masuk pilih “Lainnya”
- Masukan Nomor Induk Kependudukan
- Isi kolom Captcha
- Kemudian pilih “Cek Data”

- Akan muncul notifikasi “NIK ditemukan pada basis data DTSEN”
- Pilih “Tutup”
- Selanjutnya pilih “Cek Desil”
- Masukan tanggal lahir dan Captcha
- Terakhir pilih “Cek Data”
- Muncul angka desil
Dengan melakukan tahapan diatas, sekarang kita bisa mengetahui berapa angka desil DTSEN kita sehingga bisa tahu apakah layak mendapatkan bansos atau tidak. Apabila angka desil ini tidak sesuai dengan keadaan kita, maka kita dapat memilih menu perbarui.
Namun untuk perbarui ini kita harus mendownload terlebih dahulu format surat untuk kita ajukan ke kepala desa. Begini format suratnya.

Apakah Masuk Desil 1-4 Dipastikan Dapat Bansos?
Desil DTSEN memang menjadi acuan pemerintah dalam memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Akan tetapi masih banyak yang beranggapan kalau masuk desil 1-4 maka akan mendapatkan bansos. Ini adalah sesuatu hal yang keliru karena ini nantinya akan disesuaikan program dan hasil pemutakhiran data.
Kelompok ini memang menjadi sasaran penting untuk PKH dan Program Sembako, tetapi penetapan penerima tetap mengikuti kriteria masing-masing program, sehingga tidak semua keluarga yang berada di empat desil terbawah pasti menerima bantuan.
Selain itu ada peran pendamping bansos, termasuk pendamping PKH, juga penting ketika kondisi di lapangan tidak sesuai dengan data. Pendamping tidak menentukan seseorang masuk Desil 1, 2, 3, atau 4, melainkan dapat menyampaikan kondisi dan perubahan data keluarga kepada pihak terkait untuk proses pemutakhiran, sedangkan penentuan desil dilakukan berdasarkan data DTSEN oleh BPS.
Langkah-langkah yang sudah ada diatas bisa dengan mudah untuk mengetahui desil kesejahteraan keluarga.