Dengan adanya layanan desil yang bisa kita akses, maka tidak sedikit orang yang merasa penasaran melakukan pengecekan sendiri, namun ketika mereka menemukan hasil desil 6-10 baik itu di bps atau cek bansos, mereka seakan heran, apalagi kondisi ekonomi terbilang pas-pasan.
Desil 6-10 dipastikan akan berpeluang kecil untuk menerima beberapa jenis bansos seperti PKH atau PIP. Adapun jika sebelumnya sudah menerima apabila masuk golongan ini, maka kemungkinan tidak akan mendapatkan bansos kembari.
Posisi angka desil 1-10 sebenarnya memiliki arti tersendiri dan angka-angka tersebut memiliki tingkat kesejahteraan yang bervariasi mulai dari paling miskin hingga dianggap mapan. Dan yang paling penting
Desil 6-10 dalam DTSEN
Desil merupakan pengelompokan keluarga atau individu berdasarkan kondisi sosial ekonomi yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pengelompokan tersebut dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10.
Secara sederhana, desil menunjukkan posisi relatif kondisi sosial ekonomi seseorang atau keluarga dibandingkan kelompok lainnya dalam basis data. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi sosial ekonominya dalam pemeringkatan tersebut.
Artinya, desil 6 sampai 10 berada pada kelompok dengan posisi sosial ekonomi lebih tinggi dibandingkan desil 1 sampai 5. Namun, angka desil tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai jumlah penghasilan tertentu karena penilaiannya menggunakan sejumlah variabel sosial dan ekonomi.
Desil 6
Desil 6 menunjukkan kelompok yang berada pada posisi di atas lima kelompok terbawah dalam pemeringkatan sosial ekonomi DTSEN.
Posisi ini bukan berarti setiap keluarga dalam desil 6 memiliki penghasilan yang sama. Kondisi rumah tangga dapat berbeda karena pemeringkatan mempertimbangkan lebih dari satu indikator.
Desil 7 dan 8
Desil 7 dan 8 berada lebih tinggi lagi dalam pemeringkatan sosial ekonomi. Posisi tersebut menggambarkan rumah tangga yang secara relatif berada pada kelompok sosial ekonomi menengah ke atas dibandingkan kelompok yang masuk desil lebih rendah.
Perlu diperhatikan, desil bukanlah label permanen. Posisi sebuah keluarga dapat berubah apabila kondisi sosial ekonominya berubah atau terdapat pembaruan data yang memengaruhi hasil pemeringkatan.
Desil 9 dan 10
Desil 9 dan 10 merupakan kelompok dengan posisi sosial ekonomi paling tinggi dalam pembagian 10 desil.
Masuk desil 10 bukan berarti seseorang pasti tergolong kaya dalam pengertian sehari-hari. Angka tersebut menunjukkan posisi relatif dalam sistem pemeringkatan DTSEN berdasarkan data dan indikator yang digunakan.
Apakah Desil 6-10 Dapat Bansos?
Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika masyarakat mengecek status desil. Masuk desil 6-10 tidak otomatis berarti seseorang tidak bisa menerima bantuan sosial dalam semua kondisi, tetapi posisi desil memang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan sasaran program.
Untuk program bantuan yang memang ditujukan kepada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih rendah, kelompok desil terbawah biasanya menjadi sasaran utama. Karena itu, peluang mendapatkan bantuan tertentu dapat berbeda antara keluarga yang berada di desil 1, desil 2, desil 3, hingga desil 10.
Namun, penerima bantuan tidak seharusnya ditentukan hanya dengan melihat angka desil tanpa memperhatikan program yang dimaksud. Setiap program memiliki sasaran, ketentuan, dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.
Mengapa Desil Bisa Berubah?
Posisi desil dapat berubah ketika data sosial ekonomi mengalami pembaruan. Perubahan kondisi rumah tangga, komposisi keluarga, kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, pekerjaan, maupun variabel lain yang digunakan dalam pemeringkatan dapat memengaruhi posisi tersebut.
Perubahan juga dapat terjadi ketika data yang sebelumnya belum sesuai diperbarui atau dilakukan pemutakhiran. Karena itu, hasil desil pada suatu periode tidak selalu harus sama dengan hasil pada periode berikutnya.
Kondisi ini penting dipahami sebelum menyimpulkan bahwa perubahan desil berarti seseorang tiba-tiba menjadi lebih kaya atau lebih miskin. Desil merupakan hasil pemeringkatan berdasarkan data yang tersedia, bukan penilaian tunggal terhadap kondisi ekonomi seseorang.
Desil Tinggi Bukan Berarti Tidak Miskin
Angka desil sebaiknya dibaca sebagai posisi relatif dalam kelompok data, bukan sebagai ukuran tunggal untuk menentukan seseorang kaya atau miskin.
Sebuah keluarga bisa saja memiliki penghasilan yang terlihat cukup, tetapi menghadapi beban tanggungan yang besar. Sebaliknya, rumah tangga dengan penghasilan tertentu dapat berada pada posisi berbeda setelah seluruh karakteristik sosial ekonomi yang digunakan dalam pemeringkatan diperhitungkan.
Karena itu, ketika hasil pengecekan menunjukkan desil 6, 7, 8, 9, atau 10, angka tersebut perlu dibaca dalam konteks data rumah tangga secara keseluruhan. Terutama jika hasil tersebut berkaitan dengan status penerima bantuan sosial atau program pemerintah tertentu.